Kisah serial “ijasah” Kertawi dan Bambang Aji
Mbah Subowo.
Setali tiga uang ijasah s1 dan sma – Kertawi dan Bambang Aji
– diberitakan media daring maupun luring. Hampir dua tahun berita itu menghiasi
portal semua media di atas. Apa yang sebenarnya terjadi?
Ijasah hanya sepotong sertifikat kelulusan sekolah, itu
memerlukan kejujuran untuk menggapai dan meraihnya. Sebenarnya kejujuran dari
Kertawi dan Bambang Aji yang dipertanyakan oleh “mereka” yang memusuhinya.
Kertawi dan Bambang Aji mungkin merasa itu tidak seberat kasus “korupsi”
milyaran/trilyunan.
Ijasah Kertawi yang asli maupun tidak asli hanya menyisakan
jejak kejujuran Kertawi dalam panggung sejarah. Begitu pula ijasah “sma”
Bambang Aji yang tidak jelas menurut “MK”. Bambang Aji akan tercatat dalam sejarah
bukan lulusan smp tapi s1, bukan?
Kejujuran adalah barang langka di Nusa Antara, apapun bentuk
kejujuran bisa ditebus dengan harta: mau masuk sekolah, mau kerja, mau jadi
aparatur negara, mau menang pilihan, dan lain sebagainya.
Kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana-mana, kata
pepatah, bukan?
Sekian untuk sekali ini.
*****